[post_ads]

The Grand Budapest Hotel - Review


The Grand Budapest Hotel
Review Film | Oi anak Medan, kelen pernah tahu film The Grand Budapest Hotel, kalau belum, syukurlah. Gak sia-sia aku kasih tahu, kalau sudah tahu buat-buat aja kelen belum tahu ya lek. Ok, film ini untuk 17 tahun ke atas jadi buat kelen yang masih 17 tahun ke bawah, ke samping, ke mana aja boyeh. Selain 17 tahun ke atas jangan coba-coba liat ya lek, kecuali kalian di bimbing ama bapak mamak kelen, kalau mereka lagi sibuk, ajak ompung kelen aja lek untuk nonton film ini.

Tentang The Grand Budapest Hotel, yang membuat aku ingin share film ini buat kelen itu karena keunikan yang disajikan film ini kepada penikmat film. Film ini memamerkan cinematografi yang layak dijadikan referensi buat kelen yang lagi belajar cinematografi. Dengan mengambil layout sketsa tahun 1932 bukan menjadikan film ini minim kreatifitas, dan malahan sangat kreatif. Jarang film yang mengedepankan cinematografi dihadirkan dalam kemasan komedi.

Ya, film ini bergenre komedi disutradarai oleh Wes Anderson dan penulisnya Wes Anderson dan Hugo Guinness. Di akhir cerita pada credit titlenya, terinspirasi oleh penulis Stefan Zweig. Siapa Stefan Zweig, soalnya aku gak kenal dan gak mau kenalan sama si Stefan ini lek hehehe.

The Grand Budapest Hotel, cerita ini bermula dari seorang penulis yang diperankan oleh Jude Law yang liburan ke Budapest lalu secara keberuntungan bertemu langsung oleh pemiliknya seorang tua Zero Moustafa. Keingin-tahuan penulis tentang sejarah hotel dan komitmen Zero Moustafa dalam menjalankan bisnis hotelnya yang terbilang sepi pengunjung, membuat sang penulis diundang dalam jamuan makan oleh Zero tua (F. Murray Abraham) saat bertemu di pemandian hotel.

Saat di meja makan yang terbilang kecil, dan pelayanan hotel yang maksimal menambah rasa penasaran penulis untuk mengetahui tentang hotel ini. Mulailah Zero tua menceritakan sejarah kepemilikan hotel ini. Bermula pada tahun 1932 saat pertama kali Zero muda kerja sebagai lobby boy atau sekarang lebih dikenal bell boy.

Pengelolah hotel terdahulu bernama Gustave dan hubungannya dengan lobby boy Zero muda secara kebetulan menjadikan mereka berdua dekat, sedekat ingus dan hidung lek. Lalu pertualangan mereka bermula dari Gustave dan Zero muda mencuri lukisan mahal milik pacar tuanya Gustave, kemudian Zero muda yang membantu Gustave dari luar penjara saat Gustave dipenjara, banyak kejadian unik yang melucu dan humor ringan yang tidak disangka. Makin penasaran dengan jalan ceritanya silahkan nonton aja sendiri ya lek, kan aku hanya menuliskan gambarannya saja.
Previous
Next Post »