[post_ads]

Misi Percepatan Digital Content / Anak Medan

Digital Lounge Telkom Medan kbk
Digital Lounge Medan | Oi anak Medan, bagaimana resolusi awal tahun kalian, kalau aku sih simple aja lek. Resolusi 2015 adalah melanjutkan resolusi tahun lalu. Udah ah bahas tahun barunya, nanti kelen galau, tahun baru tapi pacar gak ada, kan kesebut, maaf yaa.

Nah, Liga Blogger Indonesia 2015 memasuki pekan pertamanya, sekitar kurang lebih 237.641.326 blogger dari seluruh penjuru Indonesia ikut serta meramaikan semarak Liga Blogger Indonesia. Sebenarnya nominal jumlah blogger itu adalah jumlah penduduk Indonesia di tahun 2010 berdasarkan Badan Statistik Indonesia. Sengaja untuk kampanye #OneBLogOneCitizen, #SatuBlogUntukIndonesia, #BlogTunggalIka, atau apalah yang keren hashtagnya, aku punya mimpi seluruh rakyat Indonesia punya blog pribadi masing – masing kebayang kan? Pertukaran informasi lebih cepat, tidak ada lagi kesenjangan trend, dan masih banyak hal positifnya. Yah walaupun masih banyak juga hal negatifnya, pastinya kita bakal mendapat pengekangan, atau lebih buruk lagi. Tapi jangan dipikirkan, bayangkan hal positifnya aja ya lek.

Blogger itu sebenarnya apa sih, blogger itu penggiat digital content yang pada umumnya berbasis tulisan yang kurang di apresiasi di kota Medan. Itu pengertian versi anak Medan sebagai blogger labil kota Medan. Di Medan sendiri pergerakan dunia blogger hampir sama seperti pergerakan aliran bawah tanah, senyap, lambat, namun punya potensi menggemparkan dunia. Kahahahaha *LaughLikeVillain. Sebenarnya menurut kalian ada gak sih tempat untuk blogger di Indonesia? *hayo dijawab jangan dibaca aja. Sempat aku berdebat dengan salah satu blogger di Medan, yang tidak perlu aku sebut URLnya, nanti backlink bagi dia. Jadi abang Medanwisata.com ini menimbulkan pro dan kontra saat membuka pembahasan tentang hari blogger nasional. Kami sampai hampir tikam menikam manja, karena statement bahwa hari blogger Indonesia itu sebenarnya tidak resmi dan tidak terlalu eksklusif. Menurut kalian bagaimana tentang hari blogger Indonesia itu? Dan layakkah blogger dijadikan profesi?

Pembahasan lain, kemarin tanggal 3 januari 2015 hari sabtu ramai anak muda dan ada juga yang sudah tidak muda kumpul mengatas namakan penggiat digital content, dari para blogger, movie maker, digital art, podcaster, dan lain sebagainya. Jadi acara kemarin itu adalah sharing tentang pergerakan digital content di kota Medan yang akan dipercepat laju pergerakannya. Dulunya pakai becak motor nah sekarang mau diusakan becak motornya pakai N2O (Nitro) biar mirip film FastAndFurious.

Jadi abang Akbar ini undang kita para blogger ke Digital Lounge (DiLo) jalan mangonsidi kota Medan, manager DiLo dan penggagas oddsaying.com ini mengajak para anak kreatif kota Medan untuk mulai brandstorming apa yang bisa kita berdayakan untuk menciptakan konten lokal yang mampu bersaing dan menjual. Itu katanya sih seingatku lek.

Lalu didatangkanlah founder komik digidoy Medan, memberikan inspiring moment dan tips awal terbentuknya komik strip digidoy ini.

Ada juga dari Medan Video memberikan maklumat tentang konsep singkat movie maker, dan seorang podcaster nan jelita podcaster SuaraCerita namanya ibu dokter pina masih muda loh lek. Ok skip.

Dan Agoes Perdana CEO The Largest Digital Media in Medan – kabarmedan.com angkat bicara dan sharing tentang pergerakan digital media, dari awal kota Medan mengenal Internet sampai sekarang kota Medan yang sudah menjadi pengkonsumsi internet, dan menjadikan kabarmedan.com digital media terbesar di kota Medan.

Itu cerita singkat tentang misi percepatan Digital Content kota Medan, walaupun misinya gak terlalu dijelaskan tapi setelah open sharing di DiLo Medan kami pulang membawa misi yang harus dituntaskan masing-masing.

Nah tadi yang ada pertanyaan terselip silahkan dijawab, jawaban yang benar akan mendapatkan hadiah berupa bingkisan ucapan terimakasih melalui twitter komburkali. Hehehe
Previous
Next Post »