[post_ads]

The 100-Year-Old Man Who Climbed Out the Window and Disappeared


Review Film | The 100-Year-Old Man Who Climbed Out the Window and Disappeared | Berawal dari melompat ke luar jendela di hari ulang tahunnya yang ke 100 tahun, kakek tua ini memulai petualangan dengan konflik yang sangat tidak terduga dan orang sekitar yang ditemuinya, secara tidak sengaja ikut terlibat dalam petualangan si kakek tua Allan.

The 100-Year-Old Man Who Climbed Out the Window and Disappeared

Hal pertama saat melompat ke luar jendela yang tingginya sekitar 100 cm dari permukaan tanah, adalah menjauh dari rumah jompo dimana tempat Allan menghabiskan hari-hari seperti biasanya, namun hari ini berbeda. Allan menemukan suara ledakan dari seorang anak kecil yang bermain petasan, sesuatu yang membawanya kembali ke kenangannya. Masa lalu saat dunia menjadi lahan perang antar negara.

Allan kecil yatim piatu, ayahnya dihukum mati karena menjual alat kontrasepsi mungkin saat itu adalah ilegal menunda kelahiran karena akan berdampak pada menurunnya manusia untuk ikut serta wajib militer dan ibunya meninggal karena sakit.

Masa kecilnya berakhir di rumah sakit jiwa karena sebuah kecelakaan saat bermain petasan, membuat Allan kecil divonis keterbelakangan mental. Sampai remaja Allan tinggal di RS jiwa. Setelah keluar dari RS jiwa, disinilah Allan remaja memulai perjalanannya menjadi bagian dari sisi lain sejarah perang dunia dan menjadi agen CIA.

Si tua Allan yang pikun pergi ke stasiun bus, mengantarnya ke tempat yang dia juga tidak tahu ingin ke mana. Sebelum menaiki bus, seorang anggota geng menitipkan kopernya namun si tua Allan tidak sengaja membawa koper pergi bersamanya menaiki bus ke kota tujuan, membuatnya terlibat dengan segala hal yang menarik untuk di tonton.

Isi koper tersebut penuh dengan uang diketahuinya saat bertemu dengan penjaga pos stasiun kecil kereta api. Dan akhirnya penjaga stasiun mengikuti perjalanannya karena ingin berbagi dengan uang tersebut, sebuah keberuntungan mereka berhasil lolos dari keributan saat anggota geng menemukan mereka.

Si Allan remaja, sejak kecil sangat mencintai sesuatu hal yang berhubungan dengan ledakan. Panggilan militer dan perang dunia berlangsung Allan menjadi prajurit perang dan ahli dalam ledakan. Saat Negara itu sedang mempersiapkan rancangan bom atom namun mengalami kendala dalam perancangannya, Allan memecahkan masalah tersebut, proyek bom atom berhasil dan nama Allan tersebar ke seluruh negara. Allan remaja diperebutkan oleh tiap Negara untuk memenangkan perang dunia atas pengetahuannya tentang bom. Semua permasalahan dan kejadian yang terkait menjadikannya agen CIA.

Si tua Allan dikejar geng pemilik koper dan juga dalam pencarian kepolisian atas larinya Allan dari rumah jompo dan sangkut pautnya anggota geng akan hal ini. Ada 3 orang dan 1 ekor gajah yang terlibat dalam perjalanan Allan yang berakhir dengan liburan di kota Bali.

Film ini mengambil setting masa perang dunia menggunakan plot yang sangat kompleks untuk ukuran genre komedi namun unsur dari komedi itu sendiri berhasil membuat penonton terhibur, tidak heran bila film ini disukai banyak negara. Sketsa komedi dikemas secara natural dan art scenenya sungguh menarik.
Previous
Next Post »