[post_ads]

5 hal agar tidak terjerat UU ITE

Dunia maya tidak bisa dihindari oleh sebab itu perlu dikawal bukan dilucuti hak berkreasi dengan adanya UU ITE. Sabtu lalu, tepatnya tanggal 12 desember 2015 adalah hal yang paling istimewah karena sebagai blogger saya dan teman - teman diundang hadir sebagai peserta diskusi oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan Indonesia. Yang namanya undangan, pastinya ada nasi kotaknya inilah mengapa saya katakan istimewah, bukan karena materi diskusi yang membahas UU ITE karena pembahasan ini tidak ada habisnya.


Sore itu diskusi bermula yang dihadiri oleh beberapa wartawan media lokal, media online, pers mahasiswa dan para blogger aktif di kota Medan. Blogger Medan sendiri pernah dalam satu diskusi ringan membahas hal ini dalam kemasan etika blogging oleh Agoez Perdana CEO kabarmedan.com. Oleh sebab itu blogger medan tidak terlalu banyak yang ingin ditanyakan dan didiskusikan, kami hanya diam dan mengamati juga mempelajari jalannya diskusi.

AJI Medan sengaja mendatangkan narasumber dari Staf Lembaga Bantuan Hukum Pers Jakarta, Rusdi Marpaung, SH, MH dengan tajuk diskusi "Darurat Revisi UU ITE dan Peran Netizen Kawal Demokrasi". Karena hampir semua orang yang hadir setuju dengan bahasan yang sangat membuka wawasan, bagi saya khususnya.

img blogger borneo

Sebenarnya dari isi pasal tersebut masih tidak jelas arahnya, harusnya lebih jelas isi pasal untuk mengecam hal seperti apa, siapa dan hal - hal yang lebih rinci lagi. Mengapa, bila dipikir pikir, kalau smartphone kamu tidak sengaja dibajak oleh adik, teman, dan orang iseng lainnya, dan yang membaca tidak tahu akan hal itu, sebelum kamu sadar ada yang capture dan melaporkan kamu. Apa jadinya?

Mungkin 5 hal ini bisa menjadi acuan agar tidak terjerat UU ITE,

  1. Pikirkan sebelum publish, apakah itu di blog, instagram, facebook dan jejaring sosial lainnya.
  2. Jika kamu memakai konten tanpa izin, usahakan letakkan sumbernya, karena itu bentuk menghargai hak cipta.
  3. Jangan menyinggung Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan dalam membuat postingan.
  4. Mengkritisi pemerintahan boleh jika memang benar adanya, namun harus pada tempatnya dan memilih kalimat yang tepat tidak mengundang defenisi lain.
  5. Lebih baik tidak usah punya smartphone, handphone, dan media elektronik lainnya agar aman dan tidak terjerat UU ITE, lebih bagus surat-menyurat saja.
Intinya apa yang kamu tulis harus bisa kamu tanggungjawabkan, walaupun bukan didunia ini, tulisanmu akan dipertanyakan oleh Tuhanmu. Semoga membantu 5 hal agar tidak terjerat UU ITE
Previous
Next Post »