PROTEKSI DIRI SEDINI MUNGKIN DARI ANCAMAN PENYAKIT KRITIS

PROTEKSI DIRI SEDINI MUNGKIN DARI ANCAMAN PENYAKIT KRITIS
PROTEKSI DIRI SEDINI MUNGKIN DARI ANCAMAN PENYAKIT KRITIS
Wajar bila seorang anak ingin ditemani orangtua pada momen spesial. Begitu pun orangtua, pasti punya harapan ada di sisi anak-anaknya mendekap saat peristiwa membahagiakan atau bahkan sebaliknya. Tak berbeda dengan saya, ingin rasanya ibu dan bapak, lengkap menemani momen spesial saya, misal pada sebuah acara sakral; pernikahan. Tapi bapak tidak dapat hadir saat itu, dan pada momen apa pun sejak dua belas tahun sebelumnya karena bapak telah berpulang. Setelah penyakit hipertensi lalu stroke yang beliau derita delapan tahun lamanya.

Sebelum sakit, bapak adalah seorang pekerja keras. Semua ia lakukan untuk kesejahteraan keluarga. Alhamdulillah, hidup kami berkecukupan. Hingga suatu siang sepulang sekolah, staf bapak menjemput saya, mengantar saya menuju rumah sakit, menuju bapak yang tubuhnya sudah berinfus dan di pasang bermacam selang. Saat itu, hidup kami mulai berubah.
PRUCritical Benefit 88

Penyumbang 73% Kematian di Indonesia

Bapak tidak ingin jatuh sakit. Dan banyak orangtua lainnya, pun begitu. Bekerja keras di masa muda untuk masa tua yang nyaman bersama keluarga tercinta. Begitulah, kita berharap, namun perjalanan hidup tabiatnya tak selalu dapat diduga. Ada berbagai penyakit yang mengintai, 73% kematian di Indonesia menurut World Health Organization (WHO) disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular (PTM). PTM seperti kanker, hipertensi, penyakit ginjal kronis, stroke mengalami kenaikan berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 Kementerian Kesehatan.
PRUCritical Benefit 88

Penyakit – penyakit kritis bukan hanya mengancam jiwa penderita namun juga berdampak pada keluarga. Di samping membawa rasa cemas karena ada anggota yang keluarga yang sakit, kenyataannya biaya berobat penyakit  kritis tidaklah murah. Keluarga, tentu harapan mereka adalah kesembuhan anggota keluarga yang sakit, hingga kerap tak keberatan jika harus mengorbankan biaya lainnya, misal harus ekstra hemat mengendalikan pengeluaran atau bahkan memangkas biaya pendidikan. Keluarga saya pernah mengalaminya. Meski tertatih – tatih, kami tak menyesalkan pengeluaran – pengeluaran itu, karena prioritas kami adalah kesembuhan sang kepala keluarga. Syukur jika punya tabungan atau investasi yang cukup, nah kalau tidak?

Penyebab-Penyebab PTM

PRUCritical Benefit 88

Bicara soal akibat yang tak diharapkan akan terasa ‘kentang’ tanpa membahas tentang sebab. Jadi apa-apa saja yang potensial menjadi penyebab PTM? Rabu, 16 Januari 2019 lalu, dr. Tri Adi Mylano, Sp.JP(K), FIHA, pada peluncuran PRUCitical Benefit 88 dari Prudential Indonesia bertempat di Selecta Medan, menyampaikan ada banyak faktor penyebab PTM. Mulai dari pola hidup yang tidak sehat seperti merokok (hati-hati juga untuk perokok pasif), malas bergerak atau tidak berolahraga rutin, diet tidak sehat, konsumsi alkohol, stres, selain juga faktor usia,  keturunan, diabetes dan hipertensi. Dengan mengenali penyebabnya, tentu kita dapat mulai mengantisipasi, mencegah lebih baik daripada mengobati.
PRUCritical Benefit 88

Tindakan preventif selain menjalani pola hidup sehat

Penyakit kritis ini, selain mengancam jiwa, menguras emosi, juga menguras harta benda dalam jangka waktu yang tidak sebentar. Selain menjalani pola hidup sehat, kita perlu merencanakan keuangan untuk kondisi-kondisi tak diharapkan ini. Mbak Sheila Widya Nanda, Manager Strategic Product Management Prudential Indonesia, mengemukakan fakta-fakta kondisi kritis, di antaranya 9 dari 10 orang meninggal dunia karena kondisi kritis dan 70% kasus kanker ditemukan pada tingkat akhir, hal ini berdasarkan World Health Organization Data.
PRUCritical Benefit 88

Meskipun ada data ini, sebagai penderita atau keluarga penderita jangan menjadi pesimis, karena kekuatan dan dukungan emosi amatlah penting untuk kesembuhan. Hal ini disampaikan guna agar kita yang masih diberi kesehatan lebih peduli pada kesehatan diri kita dan keluarga.

PRUCritical Benefit 88 Proteksi Terjamin

Untuk menanggulangi kondisi keuangan pada masa-masa tersebut, Prudential Indonesia meluncurkan PRUCitical Benefit 88 produk asuransi dengan proteksi terjamin yang khusus menangani kondisi kritis. Produk asuransi ini menawarkan perlindungan yang komprehensif untuk meninggal dunia atau 60 kondisi kristis tahap akhir, tanpa periode masa bertahan hidup. Memberikan 10% Uang Pertanggungan (UP) untuk pemasangan cincin jantung tanpa mengurangi UP PRUCitical Benefit 88 dengan maksimal Rp. 200 juta. Dua kali lipat tambahan UP akan dibayarkan jika tertanggung meninggal dunia karena kecelakaan. Serta, perlindungan sampai usia 88 tahun dengan jangka waktu pembayaran premi yang dapat dipilih yakni 5 tahun, 10 tahun, atau 15 tahun pembayaran premi tunggal.
PRUCritical Benefit 88

Selain itu PRUCitical Benefit 88 juga menawarkan kepastian uang kembali. UP akan dibayarkan 100% bila tertanggung utama masih hidup dan polis masih aktif sampai usia 88 tahun atau jaminan manfaat 100% pengembalian premi pada tahun polis ke-20. Jika nasabah memilih pengembalian premi, maka polis berakhir. Uang pasti kembali

Listening, Understanding, Delivering

“Always Listening, Always Understanding” kalimat tersebut agaknya sangat tidak asing di telinga kita. Langsung membuat kita teringat pada Prudential. PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) yang merupakan bagian dari Prudential plc, London, memang bukan barang baru, ia telah hadir sejak tahun 1995 di Indonesia.

PRUCritical Benefit 88
Kini komitmen brand baru Prudential menjadi “Listening, Understanding, Delivering”. Jadi ada satu tambahan kata kerja yakni deliveringI (menyampaikan) guna menyampaikan informasi dan memberi edukasi kepada masyarakat khusunya saat mendampingi nasabah.

Kampanye We are The People That Do

Selain itu, Bapak Rusli Chan sebagai Managing Director Agency Business Development Prudential Indonesia, menyampaikan, “Prudential juga fokus pada empat hal dalam kampanye We are The People That Do yakni We do health, we do wealth, we do technology, dan we do good...” Bapak Rusli Chan juga menambahkan, “Melalui komitmen baru dan kampanye ini akan semakin mempertegas tujuan perusahaan untuk selalu mendampingi nasabah dalam tiap kehidupan.” Prudentioal mengajak bersama-sama jalanin bareng tindakan preventif cegah efek negatif penyakit kritis.
PRUCritical Benefit 88

Bagaimana pun pastilah berharap jangaaan sampai mengalami kondisi kritis, hanya lagi langkah apa yang teman – teman ambil sebagai pencegahan sejak dini?
1 2 3 4
Advertisement